Friday, April 1, 2016

Sopir Angkot Bekasi Enggan Turunkan Ongkos



Jumat, 1 April 2016 | 10:39
Armada angkutan umum dari berbagai trayek di Kota Bekasi di parkir ke dalam gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (22/1). [SP/Mikael Niman]Armada angkutan umum dari berbagai trayek di Kota Bekasi di parkir ke dalam gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (22/1). [SP/Mikael Niman]
[BEKASI] Meski harga bahan bakar minyak (BBM) telah turun namun sopir angkutan perkotaan (angkot) di Kota Bekasi, Jawa Barat, enggan menurunkan tarif per 1 April 2016. Alasannya, penurunan harga jenis Premium dan Solar hanya sebesar Rp 500, sedangkan kondisi penurunan harga BBM ini belum menutupi biaya pembelian suku cadang yang masih melambung tinggi.

Beberapa sopir angkot mengatakan, pihaknya tidak akan menuruti keinginan pemerintah pusat yang meminta tarif angkot ikut diturunkan seiring dengan penurunan harga BBM.

"Penurunan BBM cuma Rp 500, tapi enggak diikuti penurunan harga sembako atau spare part mobil," ujar Agus, sopir angkot K.06 jurusan Kranggan-Kampung Rambutan, Jumat (1/4). 

Hal senada juga dikatakan, sopir K.19 A, jurusan Pondok Timur Indah-Terminal Kota Bekasi, Iwan, yang enggan menurunkan tarif. Dia mengatakan, pemilik angkot mengharuskan dirinya menyetor sebesar Rp 100.000 per hari dianggap sudah cukup berat. Belum lagi untuk biaya makan dan uang yang akan dibawa pulang. "Kami berharap tarif setoran juga harus turun," katanya.






















0 comments:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com