Jumat, 1 April 2016 | 10:39
Beberapa sopir angkot mengatakan, pihaknya tidak akan menuruti keinginan pemerintah pusat yang meminta tarif angkot ikut diturunkan seiring dengan penurunan harga BBM.
"Penurunan BBM cuma Rp 500, tapi enggak diikuti penurunan harga sembako atau spare part mobil," ujar Agus, sopir angkot K.06 jurusan Kranggan-Kampung Rambutan, Jumat (1/4).
Hal senada juga dikatakan, sopir K.19 A, jurusan Pondok Timur Indah-Terminal Kota Bekasi, Iwan, yang enggan menurunkan tarif. Dia mengatakan, pemilik angkot mengharuskan dirinya menyetor sebesar Rp 100.000 per hari dianggap sudah cukup berat. Belum lagi untuk biaya makan dan uang yang akan dibawa pulang. "Kami berharap tarif setoran juga harus turun," katanya.






0 comments:
Post a Comment